12 Kebiasaan yang Tak Disadari Merusak Retina Mata

No comment 210 views
build_links(); ?>

klinik mata

Perhatian pada kesehatan mata adalah salah satu hal penting yang kerap terabaikan. Malah banyak kebiasaan yang tanpa disadari justru merusak retina mata.

Bagaimanapun, retina sebagai bagian dari mata sangatlah penting untuk dijaga. Bila acuh tak acuh, retina bisa rusak dan akhirnya menyebabkan kebutaan.

Apakah Anda termasuk yang peduli pada kondisi mata? Atau justru sebaliknya, punya kebiasaan yang dalam jangka waktu tertentu bisa merusak retina mata?

Mungkin Anda belum tahu apa saja kebiasaan yang berbahaya untuk retina itu. Berikut ini di antaranya:

  1. Menatap Layar Ponsel Terlalu Lama

Layar ponsel terbilang kecil. Tulisan di layar pun kecil. Kebiasaan menatap layar terlalu lama bakal merusak retina mata dalam jangka panjang.

Disarankan mengalihkan pandangan dari layar ponsel setiap 20 menit agar mata bisa beristirahat. Bila terus memandang layar ponsel hingga berjam-jam, penglihatan bisa kabur, kepala pusing, mata terasa kering, dan mual-mual.

Selain mengalihkan pandangan, Anda bisa memperbesar ukuran huruf di ponsel. Keseringan membaca tulisan berhuruf kecil membuat retina mata bekerja terlalu keras dan berisiko rusak.

  1. Berada di depan komputer terlalu lama

Serupa dengan soal menatap layar ponsel, terlalu lama berada di depan komputer juga dapat merusak retina mata. Ini yang patut diwaspadai para pekerja kantoran.

Mereka bisa hingga 8 jam bekerja di depan komputer. Retina mata  bisa rusak antara lain karena kurangnya cairan pada mata yang dipicu terlalu lama terpapar cahaya dari layar.

Bila merasa mata kering, sebaiknya teteskan pelembap mata segera. Menatap sekeliling dan menutup mata sesekali selama satu atau dua menit juga bisa menjadi solusi agar mata bisa rehat.

  1. Nonton televisi dengan lampu temaram

Pada dasarnya, layar dari perangkat elektronik apa pun bisa merusak retina mata. Termasuk juga televisi, yang level cahayanya kerap berubah dengan cepat sehingga retina juga harus cepat memproses perubahan itu.

Apalagi jika nonton televisi dengan lampu temaram. Meski merasa nyaman nonton gelap-gelapan, kebiasaan ini sebetulnya berbahaya buat mata.

Retina yang bekerja terlalu keras bisa membuat mata terasa kaku dan warnanya menjadi merah. Mata pun terasa kering dan muncul sakit kepala. Dampak lanjutannya adalah sulit tidur sehingga badan tidak fit saat bangun pagi.

  1. Membaca dalam perjalanan

Banyak di antara kita yang tak lupa membawa buku atau bahan bacaan lain ketika dalam perjalanan dengan alat transportasi seperti mobil, kereta, atau bus. Kebiasaan membaca itu bagus, tapi menjadi berbahaya saat dilakukan sembari bergerak.

Sebab, pergerakan itu membuat mata sulit terfokus. Kerja mata jadi kian berat jika alat transportasi itu terjebak macet sehingga sering mengerem dan melaju secara mendadak.

Tak hanya merusak retina mata, kebiasaan tersebut juga bisa menimbulkan dampak lain. Di antaranya mabuk perjalanan, pusing, dan mual hingga muntah-muntah.

  1. Menggosok-gosok mata

Sering kali timbul keinginan menggosok mata saat terasa gatal atau kelilipan. Ini tidak disarankan karena akan membuat pembuluh darah di bawah kelopak mata rusak.

Bila terjadi iritasi mata, Anda bisa meredakannya dengan mengompres menggunakan es batu atau kain dingin. Bisa juga dengan meneteskan obat tetes mata.

Hati-hati, jangan gunakan kompres hangat karena bisa membuat mata terinfeksi akibat zat histamin yang keluar. Tangan juga harus dipastikan bersih sebelum melakukan kontak dengan mata.

  1. Mengenakan lensa kontak saat tidur

Lensa kontak adalah alat bantu melihat sementara. Jadi keliru jika mengenakannya sepanjang waktu. Apalagi sampai saat tidur.

Kebiasaan ini bisa merusak retina mata karena infeksi. Bahkan bisa timbul kerusakan permanen yang kemudian menyebabkan kebutaan.

  1. Keseringan pakai obat mata

Mata kering bisa diatasi dengan obat tetes mata. Tapi terlalu sering menggunakannya bisa membuat parah iritasi mata.

Obat tetes mata yang digunakan tanpa resep dokter hanya berfungsi meringankan masalah ringan. Menggunakannya secara rutin tidak akan meningkatkan kesehatan retina mata.

Sebaliknya, mata akan perih dan penglihatan terganggu. Obat tetes mata tanpa resep dokter aman digunakan sesekali jika memang sangat dibutuhkan.

  1. Pola makan tak seimbang

Sayur dan buah sangatlah penting untuk kesehatan mata. Terutama yang mengandung vitamin A, E, dan C. Juga asam lemak omega-3 serta zinc.

Karena itu, pola makan mesti dijaga tetap seimbang dengan konsumsi sayur dan buah. Satu tambahan penting adalah air putih. Sebagian besar cairan di mata adalah air. Makin banyak minum, kelembapan retina mata makin terjaga.

  1. Sering pakai makeup sembarangan

Dari maskara hingga eye shadow, bahan makeup yang dipakai di sekitar mata berpotensi merusak mata. Kebiasaan menggunakan makeup sembarangan hingga mendekati garis bulu mata amatlah berbahaya.

Apalagi jika bahan-bahan dandan itu masuk ke retina mata. Situasi jadi makin runyam kalau bahan yang digunakan belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Bahan seperti itu bisa mengandung zat berbahaya yang bila sering terpapar pada mata bisa menyebabkan kebutaan. Kebiasaan lain yang berbahaya adalah tidak membersihkan bekas makeup sampai benar-benar bersih. Sisa bahan makeup bisa masuk ke mata dan menimbulkan iritasi.

  1. Tidak mengenakan kacamata

Dalam beberapa aktivitas, kacamata khusus diperlukan untuk mencegah gangguan pada mata. Misalnya saat mengebor dinding, butiran pasir dari tembok bisa terbang dan masuk ke mata.

Bahkan berenang di kolam renang umum disarankan mengenakan kacamata. Sebab, air di kolam mengandung banyak zat kimia yang berisiko merusak retina mata.

Demikian juga ketika berada di tempat yang terpapar sinar ultraviolet dari matahari. Kacamata khusus mesti dipakai agar mata tidak kontak langsung dengan sinar yang berbahaya itu.

  1. Merokok

Kebiasaan merokok telah lama ditengarai menjadi salah satu penyebab penyakit mata, khususnya yang berhubungan dengan retina. Di antaranya degenerasi makula dan katarak.

Pembuluh darah di mata yang rusak juga bisa menyebabkan ablasio retina dan hilangnya penglihatan. Berhenti merokok baik untuk kesehatan mata, juga jantung dan paru-paru.

  1. Tidak rutin memeriksakan retina mata

Rutin berkunjung ke dokter mata penting untuk memastikan mata tetap sehat. Dokter spesialis mata bisa mendeteksi gejala penyakit mata sejak awal dari pemeriksaan rutin. Dengan begitu, tindakan bisa segera diambil sebelum retina mata benar-benar rusak.

Banyak pilihan dokter mata dan rumah sakit/klinik mata di Indonesia yang bisa dikunjungi untuk berkonsultasi. KMN EyeCare, misalnya, punya beberapa cabang di Jakarta dan Semarang.

Pastikan memilih dokter mata yang berpengalaman dan berdedikasi. Pelayanan yang diberikan oleh staf lain juga harus prima. Hal penting lainnya adalah peralatan yang digunakan mesti memadai.

Tapi hal pertama yang mesti dilakukan adalah menghentikan kebiasaan yang merusak retina mata itu. Hanya satu orang yang bisa, yaitu Anda sendiri.

Leave a reply "12 Kebiasaan yang Tak Disadari Merusak Retina Mata"