Apa Itu Ruam Popok

No comment 79 views
build_links(); ?>
Ruam Popok

 

Ruam popok sering terjadi pada bayi terutama yang sudah mulai sering menggunakan popok. Bila kita flashback ke masa lalu, bayi pada masa lalu menggunakan jenis popok kain tipis yang lebih mirip koteka. Jenis ini dingin dipakai dan sangat mudah dibersihkan bila terkena kotoran. Sifatnya pun tidak sekali pakai, bila kotor bisa dicuci bersih, dikeringkan, lalu bisa digunakan kembali. Dengan majunya teknologi perlahan jenis popok tersebut sudah mulai ditinggalkan. Sekarang beralih ke popok yang lebih modern yaitu jenis popok sekali pakai.

Popok sekali pakai ini pun ada plus dan minusnya saat digunakan. Plus nya adalah sangat efisien, sekali pakai, sehingga tidak perlu lagi ada mencuci disini. Minusnya mungkin bisa dibilang harganya cukup tinggi bila dibanding popok konvensional. Minus yang lain apabila tidak sesuai penggunaannya akan menimbulkan ruam merah pada kulit bayi. Ruam ini akan terasa perih bila disentuh sehingga kerap membuat bayi kita rewel karenanya. Lalu apa penyebab ruam popok ini, yuk kita ikuti ulasannya.

  1. Popok Terlalu Ketat

Untuk popok yang ukurannya terlalu ketat akan menimbulkan lembab yang berlebih, sehingga sangat mudah untuk menginveksi bayi Anda. Urin bayi yang melekat pada popok lama kelamaan akan menambah kelembabannya, sehingga akan sangat mudah sekali ruam ini muncul. Popok yang longgar akan menyisakan banyak udara untuk sirkulasi, sehingga memungkinkan kondisi kelembaban yang pas dan meminimalisir adanya ruam popok.

  1. Makanan Bayi

Dari segi makanan ternyata menyumbang juga terhadap ruam popok ini. Bayi yang sudah menginjak usia lebih dari 6 bulan akan mulai mengkonsumsi makanan lain selain asi. Makanan yang berbahan dasar buah pada dasarnya memiliki kadar asam yang tinggi, dengan kadar asam yang tinggi maka air seni dan juga feses bayi pun menjadi asam. Jikalau penggantian popok ini tidak secara regular dan menunggu popok tidak layak pakai dahulu baru dilakukan penggantian, maka bisa dipastikan ruam popok ini bisa terjadi. Maka sebaiknya segera setelah popok terasa agak lembab karena air seni bayi atau setelah buang air besar segera dilakukan penggantian pada popok tersebut.

  1. Pemakaian Bedak Yang Berlebihan

Sering sekali setelah mandi bayi dilumuri dengan bedak badan di seluruh tubuhnya, tidak terkecuali pada bagian paha dan pantat bayi. Sebenarnya saat awal bedak ini sangat baik untuk mencegah gesekan berlebih antara kulita bayi dengan popok. Namun penggunaan yang berlebihan ternyata membawa efek samping yang kurang baik. Dengan pemakaian bedak dalam jumlah yang banyak memungkinkan bedak untuk meresap air seni di bagian popok sehingga menambah kelembaban. Kelembaban inilah yang memicu ruam popok pada bayi. Untuk itu sah-sah saja jika menggunakan bedak bayi pada bagian paha maupun pantat bayi, tetapi yang perlu diperhatikan adalah kuantitasnya harus sesuai.

Tidak perlu terlalu khawatir dengan adanya ruam popok, dengan adanya pengetahuan yang pas dan juga bersih dalam penanganan bagian sekresi bayi, dipastikan ruam popok ini bisa diminimalisir. Bila sudah terjadi tidak perlu khawatir. Yang perlu dilakukan hanya mensterilkan lagi bagian tersebut dan jangan lupa untuk mengeringkan kembali dan menggunakan popok baru yang kering sehingga kondisinya kembali normal.

Sekian artikel terkait ruam popok ini, semoga bermanfaat bagi Anda dan bisa menjadi acuan untuk di implementasikan pada buah hati Anda.

Leave a reply "Apa Itu Ruam Popok"