Begini KREASIKU Meningkatkan Nilai Buah Tin untuk Target Bisnis di Masa Mendatang.

build_links(); ?>

Kerja Pagi, Pulang Petang! bukanlah impian setiap orang, termasuk ‘Aku’ pribadi. Jika hanya mengharapkan gaji sebagai karyawan biasa, mungkin akan sangat sulit bagiku untuk memenuhi semua kebutuhan yang kian hari terus meningkat. Dan tak mungkin pula Aku hanya berharap pada gaji yang diterima sebulan sekali itu. Dengan tuntutan ekonomi yang semakin menjadi, kalau Aku hanya berkutat pada satu ‘ladang pencarian’ saja, maka Aku telah melewatkan sebuah impian yang besar yang tengah menantiku disana. Untuk itu, Aku sadar perlu melakukan perluasan ‘lahan pencarian’ dengan cara-cara yang tepat. Aku, bisa memanfaatkan hobi berkebun pohon buah Tin yang sudah ku tekuni sejak setahun belakangan ini. Dengan banyak berkreasi, Aku yakin KREASIKU nanti akan menjadi Bisnisku di 1 atau 2 tahun kedepan.

Mengapa Memilih Buah Tin?

Tin merupakan sebuah tanaman yang istimewa yang memiliki nilai jual tinggi dipasaran. Dalam kitab suci umat Islam, tin merupakan salah satu buah syurga yang diturunkan Tuhan ke dunia. Buah tin juga memiliki sebutan nama lain. Dalam kitab umat Nasrani/Yahudi, tin disebut dengan nama buah Ara. Sedangkan dalam bahasa asingnya, tin disebut dengan nama Figs.

Kreasiku dari Buah TinSumber Foto: Dewi Anggraini

Bukan tanpa alasan aku memilih tanaman tin sebagai tanaman di kebun kecilku. Selain karena keunikannya, manfaat daun dan buah tin juga sangat luar biasa bagi kesehatan. Aku merupakan salah seorang yang telah membuktikan khasiat dari buah dan daun tin. Jadi dengan ini aku tidak ragu untuk memperkenalkan tanaman tin ini pada siapapun yang kutemui.

Pada dasarnya pohon tin sangat mudah untuk dibudayakan. Tanaman ini bisa tumbuh dan berbuah bila mendapatkan perawatan yang tepat. Tin dapat tumbuh dengan baik dalam pot di pekarangan rumah, dan tentunya akan lebih baik lagi jika tin ditanam langsung di tanah/kebun. Produksi buah tergantung dari jenis tin itu sendiri. Saat ini, ada lebih dari 300 jenis tin yang sudah dikembangkan di Indonesia dan berbuah dengan baik. Ada yang mudah berbuah dan lebat (genjah), namun ada pula yang butuh waktu yang lebih lama untuk bisa menghasilkan buah. Namun dari sekian banyaknya jenis tin tersebut, aku cukup berfokus pada satu jenis tin saja yakni tin dengan varian IRAQI (Iraqi Figs).

Tin jenis Iraqi ini memiliki karakter buah berukuran medium (berat: 30 – 45 gr), dengan warna buah hitam kemerahan dan rasa manis yang diatas rata-rata buah tin. Dan Jenis inilah yang paling tepat untuk dijadikan olahan berupa jus ataupun selai buah tin.

Bagaimana KREASIKU untuk Meningkatkan Nilai Buah Tin?

Kreasiku dari Buah TinSumber Foto: Dewi Anggraini

Permintaan buah tin segar atau yang baru dipetik dari pohon memang masih sangat tinggi. Namun jika produksi melimpah, tentunya buah-buah tin segar itu akan terancam kehilangan nilainya. Sebab, buah tin tidak dapat bertahan lama setelah matang/dipetik. Buah ini hanya bisa bertahan 3 hari di suhu ruang, dan 6-7 hari di dalam freezer (beku). Jadi untuk meningkatkan nilai buah tin tadi dan agar awet disimpan dalam kurun waktu yang lama, buah tin dari jenis Iraqi tadi akan aku olah menjadi selai buah tin yang manis dan lezat.

Saat ini harga selai buah tin masih tergolong bagus dipasaran. Bagaimana tidak, harga bahan bakunya saja masih berkisar 250rb-400rb /kg. Jika dikemas ke dalam toples, selai buah tin dapat dijual dengan harga 50rb-75rb tergantung ukuran toples yang digunakan. Jadi, jika produksi baik dan permintaan akan selain buah tin meningkat, maka keuntungan yang bisa didapat akan sangat menggiurkan.

Nah, jika KREASIKU ini nanti bisa menjadi bisnisku di masa mendatang. Tentunya aku perlu menyiapkan tempat pemasaran produk yang tepat. Tak cukup bila hanya menjual produk selai buah tin (Fig Jam) secara retail saja, aku juga harus menargetkan pasar yang lebih luas dengan melakukan penjualan secara online. Untuk itu aku memilih Blibli.com sebagai platform toko online yang terbesar dan terpercaya.

Leave a reply "Begini KREASIKU Meningkatkan Nilai Buah Tin untuk Target Bisnis di Masa Mendatang."