Cara Mengajukan KPR untuk Wiraswasta

No comment 106 views
build_links(); ?>
membeli rumah dijual dari pengembang

 

Rumah adalah kebutuhan utama bagi siapa saja, selain dapat berfungsi sebagai tempat berlindung bagi, keberadaan rumah juga dapat dijadikan status sosial seseorang. Karena peminatnya yang terus mebludaknya, makanya tak heran saat ini harga rumah terus terkerek naik.

Kendati harganya terus melonjak naik, hal tersebut tidak memupuskan harapan bagi pencari rumah untuk menemukan rumah impian mereka, karena ternyata banyak cara yang dilakukan untuk membeli rumah, salah satunya dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada pihak perbankan.

Lalu bagaimana dengan para pekerja non formal seperti pemilik toko, penjual makanan ataupun penjual bahan material, apakah mereka masih bisa mengajukan KPR? Yang notabene mereka tidak memiliki slip gaji layaknya seperti pekerja pada umumnya. Perlu diketahui, slip gaji merupakan salah satu syarat utama seseorang bisa mengajukan kredit rumah.

Bagi mereka yang berprofesi sebagai wiraswasta, ternyata juga bisa mengajukan kredit perumahan ke bank, namun memang persyaratan yang diajukan berbeda dengan berprofesi sebagai karyawan tetap.

Nah, bagi Anda yang berprofesi sebagai wiraswasta, berikut ini adalah tips mengajukan KPR yang bisa dicoba.

Syarat Administrasi

Sebenarnya syarat pengajuan KPR untuk wiraswasta sama seperti pekerja pada umumnya, seperti usia minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 61 tahun. Membawa beberapa dokumen seperti fotokopi KTP, surat menikah jika sudah menikah, fotokopi Kartu Keluarga (KK), Warga Negara Indonesia (WNI), tidak masuk ke dalam daftar hitam gagal kredit Bank Indonesia (BI).

Jangan lupa untuk membawa fotokopi NPWP, rekening koran selama tiga bulan terakhir, pas foto ukuran 4×6, fotokopi Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah yang dijual, IMB, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Akta Jual Beli (AJB) Rumah dijual.

Jika Anda kebetulan membeli rumah dijual dari pengembang, juga sebaiknya membawa surat penawaran dari pengembang yang menjelaskan tentang harga, pembayaran DP, luas tanah, luas bangunan dan spesifikasi bangunan.

Syarat Izin Usaha

Berbeda dengan mereka pekerja formal, salah satu dokumen yang harus dibawa oleh wiraswasta adalah fotokopi Syarat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP, jika kebetulan Anda belum memilikinya bisa langsung membuatnya di Kantor Dinas Perdagangan di tingkat kabupaten atau kota.

Jangan lupa untuk juga mengajukan laporan keuangan usaha atau rekening koran usaha. Sekedar catatan, sebaiknya data keuangan yang diberikan minimal dua kali lebih besar nilai angsuran. Contohnya jika cicilan rumah Anda 6 juta, maka pemasukan yang harus Anda terima adalah minimal Rp 12 juta per bulan.

Syarat Rumah:  

Untuk Syarat rumah yang ingin diajukan proses KPR harus memiliki sertifikat Surat Hak Milik (SHM) sebagai jaminan ke bank. Diikuti dengan surat Izin Mendirikan Bangunan ( IMB), dan juga akses depan rumah tersebut bisa dilalui mobil.

Untuk informasi tambahan, setelah berkas masuk, pihak bank akan mengecek tempat usaha Anda untuk mengkalkulasi apakah Anda layak mendapatkan kredit atau tidak. Jadi, ada baiknya Anda melakukan sedikit upgrade di tempat usaha Anda. Misalnya, jika biasanya tempat usaha Anda memiliki suasana yang sangat santai, minta kepada karyawan Anda untuk bersikap lebih profesional saat pihak bank datang melakukan survei.

Leave a reply "Cara Mengajukan KPR untuk Wiraswasta"