Cara Menghindari Investasi Bodong

3 comments 2682 views
build_links(); ?>

Jatuh ke lubang yang sama. Itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan masih munculnya kasus investasi bodong di Indonesia. Pelajaran apa yang bisa dipetik dan bagaimana kita mempersiapkan diri supaya terhindar ?

Investasi bodong seperti tidak pernah mati dari dunia investasi di Indonesia. Berdasarkan catatan tabloid Kontan, total dana nasabah yang tersangkut di berbagai investasi bodong ataupun investasi yang masuk kategori mencurigakan minimal mencapai Rp 45 triliun.

Untuk bisa menghindarinya, kita sebaiknya tahu ciri – ciri investasi bodong. Belajar dari kasus – kasus yang ada, investasi bodong memiliki sejumlah ciri sebagai berikut:

#1 Keuntungan Luar Biasa Tinggi

Investasi Bodong Ciri utama adalah keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi. Sangat menggiurkan. Keuntungan bisa diatas 2% sampai 5% sebulan. Tidak hanya menawarkan return yang menggiurkan, tetapi menjamin keuntungan tersebut. Sayangnya, banyak masyarakat yang terkesima oleh tingginya return saja. Tetapi, lupa akan risikonya.

Persepsi yang sepertinya banyak dimanfaatkan pihak yang menjual investasi bodong. Saat kerugian datang tidak siap menghadapinya. Padahal dalam hukum investasi disebutkan bawah return tinggi, risiko tinggi. High Return High Risk.

Ada ungkapan “Invest in what you can lose”. Oleh karena itu, tingginya tawaran keuntungan justru memberikan warning kepada kita, apakah ini investasi yang masuk akal atau bodong. Harus dicari tahu bagaimana business modelnya sehingga bisa menghasilkan keuntungan setinggi itu.

Jika ada tawaran dengan keuntungan 5% sebulan (60% setahun) dari perusahaan yang baru berdiri, bagaimana bisa begitu hebatnya? Apa model bisnis sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang abnormal? Anda harus memahami model bisnis ini terlebih dahulu.

#2 Perijinan Tidak Jelas

Apa ijin investasinya? Lembaga mana yang mengeluarkan?

Seringkali ijinnya tidak jelas atau bahkan tidak ada ijin. Perijinan itu sangat penting karena memastikan legalitas dari investasi.

Izin penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi harus dikeluarkan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (d/h Bapepam) atau Bappebti. Kegiatan operasional tindakan melawan hukum dalam penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi secara ilegal tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Bank Indonesia, Bapepam dan LK, atau Bappebti.

Bagaimana jika hanya berbekal SIUP saja ?

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, diatur bahwa Perusahaan dilarang menggunakan SIUP untuk melakukan kegiatan “menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tidak wajar (money game)”.

SELALU INGAT, bahwa: Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) BUKAN IZIN untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi

Kesimpulan

Jika ragu – ragu mengenai legalitas suatu investasi, Anda sebaiknya menanyakan ke regulator, yaitu OJK, sebagai pihak yang mengawasi dan mengatur kegiatan investasi di Indonesia. Kontak OJK lewat telpon atau email dimana mereka memiliki bagian yang khusus menampung keraguan dan pengaduan masyarakat.

Dengan mengenal karakter dan cara penjualan investasi bodong, Anda bisa aware ketika muncul tawaran – tawaran yang menggiurkan. Yang paling penting, Anda bisa memisahkan mana tawaran yang riil dan mana tawaran yang fiktif. Semoga tidak ada lagi kasus investasi bodong di Indonesia.

  1. author

    dira3 years ago

    Mending investasikan di asuransi gak bakal bangkrut.

    Reply
  2. author

    oniel3 years ago

    Jangan tergiur aja sama nilai bunga yang gak masuk akal.

    Reply
  3. author

    selimut3 years ago

    investasi itu kalo tdk high risk-high return ya low-risk low return, nah kalo investasi bodong umumnya low risk-high return, itu menyalahi hukum investasi…

    Reply

Leave a reply "Cara Menghindari Investasi Bodong"