Evolusi Digital Banking Indonesia

No comment 61 views
build_links(); ?>
Digital Banking Indonesia

 

Di era di mana digital banking Indonesia sudah demikian berkembang, mungkin hanya segelintir kaum urban yang mengunjungi kantor cabang sebuah bank. Nah, kapan terakhir kali Anda mengunjungi bank?

Menurut Survei MRI 2016-2017, seorang nasabah memerlukan waktu minimal 1 jam untuk membuka rekening bank di kantor cabang. Mulai mengisi formulir, fotokopi data pribadi berupa KTP dan NPWP, menunggu pencetakan kartu ATM, aktivasi IB dan MB hingga mendengarkan informasi penawaran produk dan layanan.

Belum lagi jika menghitung lama perjalanan menuju ke kantor cabang. Bagi kaum urban, perjalanan di kota besar sangat menyebalkan. Untuk jarak 5km saja, bisa menempuh waktu hingga 30 menit sekali jalan saja. Bagi kaum urban yang memiliki kesibukan tinggi, kehadiran digital banking Indonesia sangat penting dan sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Dunia perbankan terus berevolusi. Dari yang tadinya harus antre di kantor cabang untuk mengambil uang, lalu bisa mengambil lewat mesin ATM. Dari yang tadinya harus mengantre di kantor cabang jika mau menyetor uang, kini bisa lewat mesin juga. Ketika era digital datang, perbankan mau tak mau berevolusi juga.

Digital banking Indonesia kini berevolusi. Yang tadinya hanya sekadar cek saldo atau transfer antar rekening, kini bisa lebih. Digital Banking kini mencakup pembukaan rekening, memperoleh informasi perbankan, melakukan komunikasi dengan customer service, transaksi perbankan lainnya, hingga transaksi non perbankan seperti e-Commerce, investasi, financial advisory dan lain-lain.

Sekarang, kaum urban tak perlu lagi khawatir akan kehabisan waktu mengurus banyak hal ke bank. Karena urusan perbankan, kini semudah chatting dan browsing di genggaman Anda!

Sumber:

http://www.neraca.co.id/article/96464/jumlah-kantor-bank-mulai-menyusut-maraknya-perusahaan-fintech-di-indonesia

Leave a reply "Evolusi Digital Banking Indonesia"