Heboh Nabi Palsu dari Pangkep

No comment 89 views
build_links(); ?>
Berita Sulawesi Selatan

 

Berita Sulawesi Selatan terbaru adalah adanya nabi palsu telah menggegerkan warga Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan beberapa waktu yang lalu. Entah motif apa, Saharuddin(53) yang mengaku sebagai nabi ini telah membuat heboh warga sekitar. Ia mengklain statusnya sebagai nabi di tengah-tengah warga sekitar yang tengah mempersiapkan diri untuk menuju masjid guna menunaikan sholat jumat, tepatnya pad  hari Jumat 11 November 2018. Sontak pengakuan tersebut membuat warga kaget serta heboh. Karena hal tersebut sangat bertentangan dengan kepercayaan ummat Islam yang mempercayai bahwa tidak akan ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Yang pada akhirnya, ada sejumlah warga terpaksa menghubungi Kantor Polsek Marang guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti amukan massa yang kemungkinan bisa terjadi lantaran tidak menerima pengakuan Saharuddin sebagai nabi tersebut.

Arsyad yang merupakan adik ipar Saharrudin mengatakan bahwa perilaku kakak iparnya itu sangat berubah secara drastis sejak pulang dari negeri Jiran Malaysia. Saharuddin ini bekerja di Malaysia selama 21 tahun. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga mengingkari dengan keberadaan orangtuanya. “Sejak kepulangannya dari Malaysia, dia (Saharuddin) ini seperti linglung dan kehilangan ingatan. Ibu dan bapaknya saja sudah tidak diakui lagi dan yang lebih parahnya dia juga mengaku sebagai nabi. Dia juga mengaku bahwa dirinya tidak pernah dilahirkan oleh orang tuanya, padahal kedua orangtuanya saat ini masih hidup,” tambah Arsyad. Dan perilaku aneh Saharuddin semakin menjadi-jadi ketika akan melakukan sholat jumat. Dimana dia menemui sejumlah anak muda di sekitar masjei serta orang-orang yang hendak menuju masjid, dan supaya tidak mendengar khotbah jumat dari penceramah di masjid yang posisinya tidak jauh dari rumahnya. Kata dia, khotbah jumat yang disampaikan oleh penceramah tersebut tidak wajib untuk didengarkan, namun cukup mendengar apa-apa yang dikatakannya saja.

Selain mengaku sebagai utusan Tuhan, dia juga mengaku bahwa keberadaanya di dunia ini tidak melalui proses kelahiran, namun diturunkan secara langsung dari langit oleh Tuhan. Dia berkata, “saya diangkat sebagai nabi sejak tahun 1996, seingat saya pada bulan oktober, dan hari itu adalah hari jumat,”. Akan tetapi, tidak sebagaimana pengakuan nabi-nabi lainnya yang banyak mengutip ayat-ayat suci maupun hadits, dia ini lebih banyak menceritakan tentang pengalaman hidupnya dan terkadang mengucapkan surat Al Fatihah, hamdalah, serta tasbih. Saharuddin juga mengatakan bahwa, apa-apa yang dikatakannya tersebut itu merupakan bahasa dari langit, bukan perkataan dia pribadi, melainkan dari Allah Ta’ala yang menciptakan bumi ini.

Semenjak perilakunya yang semakin meresahkan, maka warga sekitar pun langsung melaporkannya kepada aparat kepolisian sektor (Polsek) Marang, sehingga Saharuddin pun langsung diamankan oleh polisi guna untuk dimintai keterangan. “ Tadi malam ada warga yang melaporkannya di Polsek Marang. Kemudian kita amankan, dan kita telusuri lebih dalam. Ada pihak yang dirugikan atau tidak. Kita akan cari tahu semua hal tersebut”. Ujar AKBP Edy Kurniawan. Menurutnya dugaan sementara bahwa Saharuddin ini telah mengalami ganguan jiwa sehingga perlu pemeriksaan medis lebih lanjut. Dan dari pihak kepolisian sudah mengirimkan tim khusus untuk menemui keluarga Saharuddin, untuk mencari tahu keterangan dari pihak keluarganya, apakah Saharuddin ini terindikasi mengalami gangguan jiwa atau tidak. Dan kalau memang Saharuddin ini mengalami gangguan jiwa, maka akan membawanya ke dokter ahli jiwa untuk ditindak lanjuti.

Leave a reply "Heboh Nabi Palsu dari Pangkep"