Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Ragam Portfolio Efek Yang Diinvestasikan

build_links(); ?>

Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Ragam Portfolio Efek Yang Diinvestasikan Salah satu bentuk investasi dalam pasar modal adalah reksadana. Melalui bentuk investasi ini, seorang investor tidak perlu bermain langsung pada pasar modal untuk mendapatkan keuntungan. Investasi akan dikelola oleh manajer investasi. Yaitu perusahaan atau perorangan yang berhak mengelola dana dari para investor untuk kemudian diputar atau diinvestasikan melalui beberapa efek yang menguntungkan.

Reksadana ini dijual dalam bentuk unit. Dalam satu unit terdapat beberapa jenis efek atau portfolio. Sehigga berdasarkan jenis efek ini, maka reksadana dalam investasi keuangan dibagi menjadi :

  • Reksadana saham. Dana investor akan diinvestasikan dalam berbagai jenis saham paling sedikit 80%. Sisanya akan diinvestasikan dalam bentuk lain termasuk kas/ deposito.
  • Reksadana pasar uang. Media yang digunakan adalah deposito atau utang yang berjangka pendek.
  • Reksadana pendapatan tetap. Dana akan diinvestasikan dalam utang jangka panjang/ obligasi paling sedikit 80%. Dengan berinvestasi dalam bentuk obligasi, maka tiap periode investor akan mendapatkan pendapatan bunga.
  • Reksadana dana campuran. Investasi dalam bentuk campuran, ekuitas dan utang/ saham dan obligasi.

Masing-masing jenis investasi diatas tentu memiliki resiko yang berbeda. Untuk memilih salah satu dari bentuk reksadana di atas tergantung tujuan yang akan diraih oleh investor, yaitu sebagai berikut:

  1. Growth fund = mengejar pertumbuhan, lebih baik membeli reksadana saham,
  2. Income fund = pendapatan tetap, lebih baik berinvestasi pada reksadana obligasi/ utang,
  3. Safety fund = modal aman. Lebih baik membeli reksadana pasar uang.

Leave a reply "Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Ragam Portfolio Efek Yang Diinvestasikan"