Mengamati Perkembangan Kognitif Anak Pada Usia Dini

No comment 142 views

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Kebanyakan orang tua hanya berfokus pada perkembangan fisik anaknya saja. Anak dengan tubuh yang gemuk dan memiliki tinggi yang sesuai dengan tahap usianya sudah dirasa telah menjadi anak dengan perkembangan yang baik. Padahal lebih dari itu perkembangan kognitif (intelektual) juga sangat diperlukan untuk diamati oleh orang tua. Sebab perkembangan kognitif ini sangat erat hubungannya dengan kecerdasan dan ketangkasan anak dalam mempelajari hal-hal baru yang ada disekitarnya. Hal tersebut bisa diketahui oleh orang tua sejak anak berusia 1-4 tahun.

Nah, bicara soal perkembangan kognitif anak usia dini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua saat mengamati kemampuan intelektual si kecil. Hal ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia anak Anda. Lebih lanjut, berikut ulasan selengkapnya.

  1. Anak Usia 1-2 Tahun

Pada usia 1-2 tahun, otak anak akan mulai menunjukkan kemampuan yang sangat pesat. Usia 1 tahun misalnya, anak mulai belajar mengingat hal-hal apa saja yang ia alami setiap harinya, bahkan setiap jam. Pada masa-masa ini, orang tua sudah mulai berhati-hati dalam bersikap. Jangan sampai hal-hal yang tidak baik (tidak pantas) dilakukan dipertontonkan kepada anak secara langsung. Sebab ia mampu mengingatnya dengan baik sehingga akan menimbulkan efek buruk di lain hari. Baiknya pada usia 1 tahun ini orang tua mengajarkan kepada anak hal-hal yang menyenangkan seperti menyusun puzzle dan melempar bola. Dan pada usia 2 tahun nanti, anak sudah bisa diperkenalkan dengan hal seru lainnya menghidupkan saklar lampu (sehingga lampu menyala) atau bermain telpon-telponan.

  1. Anak Usia 3-4 Tahun

Pada usia 3 tahun, anak akan mulai aktif bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitifnya semakin berkembang. Orang tua harus siap dengan kondisi seperti ini, sebab anak Anda akan sangat sering bertanya tentang hal-hal apa saja yang menarik perhatiannya. Misalnya saat melihat Ibu memasak, atau Ayah yang sedang berkebun. Rasa ingin tahunya akan muncul secara alami. Namun jangan sekali-kali menolak untuk menjawab pertanyaannya. Jawab saja sejujurnya dengan jawaban yang mudah di cerna oleh otak kecilnya. Sehingga ia akan semakin senang untuk bertanya kepada Anda.

Begitu pula di usianya yang sudah menginjak 4 tahun, anak-anak sudah bisa diperkenalkan dengan tempat-tempat seru seperti musem dan kebun binatang. Akan banyak hal-hal seru yang bisa dilihatnya disana, nanti secara alami akan muncul pertanyaan-tanyaan yang mengganjal di hatinya, sehingga ini bisa menjadi sarana yang tepat bagi si anak untuk belajar sesuatu dari lingkungannya.

Selain itu, di usia 3-4 tahun ini anak juga sudah dapat dilihat ketertarikannya terhadap sesuatu. Misalnya mainan atau bidang spesifik seperti musik, gambar dan sebagainya. Dengan mengetahui ini, orang tua dapat lebih mudah mengarahkan anak pada hobi/ ketertarikannya tersebut.

Leave a reply "Mengamati Perkembangan Kognitif Anak Pada Usia Dini"