Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional

No comment 912 views
build_links(); ?>

Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional

Setiap keluarga pasti menginginkan tempat tinggal yang nyaman, tentu dengan keuangan yang sesuai dengan kemampuan anda, tidak setiap keluarga bisa membangun atau membeli rumah dalam waktu dekat apalagi dengan pembayaran secara langsung, karena harga bahan-bahan bangunan dan tanah yang semakin mahal, sebagai solusi anda bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) pada Bank yang sudah pasti kredibilitasnya, misal anda mengajukan ke Bank Syariah Bukopin sebagai salah satu pilihan Bank yang anda cari, ada perbedaan antara Kredit Perumahan Syariah dan KPR konvensioanal yang perlu anda ketahui, KPR Syariah tidak mengenal Value of money dengan demikian anda tidak perlu khawatir kena denda jika anda telat membayar angsuran, kemudian Kredit Syariah juga telah memenuhi unsur transaksi syariah sesuia fatwa Dewan Syariah Nasional sehingga transaksi dijamin kehalalannya.

Yang berbeda antara Kredit Syariah dan KPR Konvensional adalah cara perhitungan kewajiban. Di bank konvesioan hanya memiliki satu akad yaitu akad kredit dengan perhitungan bunga yang sudah di tentukan di awal akan tetapi bisa berubah sewaktu-waktu (fluktuatif ), sedangkan KPR syariah tidak ada perhitungan bunga dalam pembiayaannya, seperti skema kredit di bank konvensional. Jadi tidak dikenal bungan murah atau rendak dalam Kredit syariah, syariah menggunakan sistem bagi hasil, nilai pinjaman syariah adalah nilai pembeliah rumah plus margin, ada beberapa jenis skema pembiayaan rumah syariah namun skema yang paling banyak diadopsi adalah jual beli ( skema murabahah ).

Dengan pertimbangan diatas ada referensi untuk anda memilih KPR terpercaya, Kredit Syariah Bukopin adalah Bank yang bisa anda percaya karena suku bunga yang ringan dan tidak memberlakukan denda, karena KPR tidak mengenal value of money, Kredit Syariah terjamin kehalalannya karena tidak menerapkan suku bunga berganda, naiknya acuan Bank Indonesia (BI) berimbas pada kenaikan bunga yang menyeret naiknya cicilan rumah, sehingga mau tidak mau keuangan keluarga ikut terganggu, apalagi harga dipasaran semakin  naik. Hal itu dikarenakan naiknya inflasi sehingga berimbas pada naiknya harga meterial dan upah kerja, sehingga secara otomatis harga pun akan ikut terdongkrak. Apa lagi tanah yang dibuat perumahan tersebut merupakan lahan yang strategis. Anda juga bisa memanfaatkan tabungan bisnis lainnya sesuai kebutuhan anda.

Leave a reply "Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional"