Perjalanan yang Menyenangkan

No comment 1501 views
build_links(); ?>

Musim liburan kemarin saya dan teman-teman menghabiskan liburan di kota Pahlawan. Dalam perjalanan menuju kota tersebut saya menggunakan kereta. Di samping bangku kami ada Bapak-Bapak menggunakan kaos, topi, dan jam tangan yang sedang menggendong cucunya. Kalau dilihat dari ukuran tubuhnya, cucunya ini baru berumur sekitar 3 tahun. Belum bisa bicara dengan jelas tapi sudah bisa berdiri — meskipun kadang masih suka dipegangi oleh kakeknya.

Jam Tangan Sepanjang perjalanan, anak kecil ini sering kali memperhatikan kami. Karena sadar sedang diperhatikan, teman saya menyapa anak kecil itu. Setelah lama diperhatikan oleh teman saya, anak kecil ini tersenyum kemudian meminta turun dari gendongan kakeknya dan mulai melangkah menuju tempat duduk kami. Teman saya yang melihat hal ini, langsung menyambut dengan tangannya.

Anak kecil ini senang sekali kami ajak bermain. Ia selalu tertawa setiap kali teman saya membuat lelucon dengan mimik mukanya. Ketika sudah waktunya makan siang, kakeknya meminta izin pada kami kalau cucunya akan diberi makan. Melihat kakeknya akan mengambil dirinya dari kami, anak kecil ini mulai merengek tidak mau meninggalkan kami. Akhirnya teman saya menawarkan supaya dia saja yang menyuapi makan siang pada anak kecil ini.

Sudah setengah perjalanan, saya melirik jam tangan. Ternyata tidak lama lagi akan sampai tujuan. Hal ini membuat saya dan teman-teman menghabiskan perjalanan yang panjang menjadi tidak terasa lama sekaligus menyenangkan. Anak kecil ini betah berlama-lama dengan kami hingga akhirnya Ia tidur karena kelelahan.

Leave a reply "Perjalanan yang Menyenangkan"