Perkembangan Anak di Daerah Pedesaan yang Ditinggalkan Orang Tua

build_links(); ?>

Perkembangan Anak Pada arus globalisasi ini banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memantau perkembangan anak di rumah. Hal ini disebabkan karena harga berbagai kebutuhan pokok yang tinggi mengakibatkan para orang tua harus bekerja ekstra demi mencari uang untuk kebutuhan keluarganya. Tidak sedikit anak yang ditinggalkan kedua orang tuanya untuk bekerja. Tidak hanya anak-anak yang tinggal di perkotaan, anak-anak yang tinggal di lingkungan pedesaan pun banyak yang ditinggal orang tuanya mencari nafkah.

Tingkat pendidikan pada masyarakat perkotaan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan di pedesaan. Sehingga banyak orang tua di pedesaan yang harus bekerja serabutan dan melewatkan tumbuh kembang anak mereka. Salah satu pekerjaan yang sering dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan adalah pekerja buruh pabrik.

Pada sector pabrik jumlah jam kerja yang ditempuh tidak tetap, bahkan kadang mereka harus bekerja lebih dari 12 jam misalnya dari pukul 7 pagi hingga 9 malam. Hal ini mengakibatkan intensitas perhatian orang tua terhadap perkembangan anak menjadi sedikit. Akibatnya anak-anak bermain dengan teman-teman seumurnya di tempat-tempat yang kotor. Tempat yang kotor banyak mengandung bakteri yang dapat menimbulkan penyakit bagi tubuh anak sehingga kesehatan anak menjadi sering terganggu. Penyakit yang dapat mengancam kesehatan anak-anak yang tidak terjaga kebersihanya adalah flu Singapore yang belum ada obatnya hingga saat ini.

Leave a reply "Perkembangan Anak di Daerah Pedesaan yang Ditinggalkan Orang Tua"