Review Monkey Banana (MonBan)

2 comments 12680 views
build_links(); ?>

Kali ini saya akan sedikit mereview salah satu produk makanan yang mulai populer di wilayah Bandung dan sekitarnya. Namun disini saya menegaskan bahwa saya tidak akan memihak kepada hal apapun (siapapun), hanya sekedar berbagi pengalaman ketika saya order hingga saya mencicipi rasa dari produk makanan tersebut. Jadi, plus minusnya akan saya sampaikan disini.

Review Monkey Banana (MonBan) Monkey Banana (MonBan) merupakan bolu pisang berlapis coklat yang sekarang ini sedang populer di Twitter atau khususnya di wilayah Bandung. Nah, saya sendiri baru mengetahui panganan ini setelah ditayangkan oleh stasion tv bernama .NET beberapa minggu yang lalu.

Sesuai dengan namanya, bolu ini di buat sedemikian rupa membentuk buah pisang dengan dilumuri oleh coklat berwarna kuning sehingga menyerupai bentuk dan warna asli dari pisang. Karena penasaran dengan keunikan dan rasa dari bolu pisang ini, akhirnya saya melakukan order pada tanggal 4 Januari 2014 untuk pembelian 1 dus monban original raisin dengan harga Rp 48.000 + ongkir ke medan (JNE – YES) 32rb sehingga total tagihan saya adalah Rp 80.000.

Sebelumnya, pihak MonBan telah mengatakan bahwa untuk pengiriman ke medan akan dilakukan pada tanggal 7 Januari 2014 dan akan sampai pada tanggal 8 Januari 2014 dengan catatan bahwa jam sampai kurir tidak bisa ditentukan. Akhirnya saya menunggu hingga hari tersebut berakhir dan yang terjadi sampai malampun tuh paket tidak kunjung sampai.

Saya sempat komplain ke pihak MonBan atas keterlambatan ini, tepatnya pada tanggal 9 Januari 2014, bukannya malah membantu malah saya yang di suruh menghubungi pihak JNE untuk menanyakan permasalahan keterlambatan pengiriman ini, dan akhirnya setelah panjang lebar saya putuskan untuk menunggu dengan kecewa karena sudah rugi di ongkos kirim yang cukup mahal. Akhirnya setelah menunggu selama 3 hari, paket yang sudah tidak diharapkan lagi, datang dengan kondisi yang mengecewakan.

Bolu Pisang Berlapis Coklat MonBan Bolu pisang berlapis coklat yang awalnya menggoda, setelah sampai di Medan ternyata dalam kondisi yang memperihatinkan. Semua bolu yang saya terima hancur/patah menjadi beberapa bagian. Wajar saja karena paket tersebut tidak dikemas dengan baik atau tidak dilapisi dengan bahan yang tidak mudah peyot. Kondisi paket yang saya terima hanyalah menggunakan kotak bolu MonBan yang dibungkus dengan plastik tipis. Jadi, wajar saja jika bolu mudah hancur/patah saat dalam perjalanan. Nah, seharusnya yang seperti ini menjadi perhatian serius bagi pemilik jika ingin melakukan pengiriman melalui jasa kurir (JNE), agar bolu yang dikirim tetap dalam keadaan baik hingga diterima oleh pelanggan.

Selain itu hal lain yang membuat saya kecewa, ternyata ukuran bolu pisang besar yang saya order, tidak seperti yang saya bayangkan. Bolu pisang besar yang saya order ternyata hanya sebesar buah pisang (kepok) yang berisi 6 buah. Dan masing-masing bolu pisang di tempatkan ke dalam kotak-kotak kecil. Nah, jika itu adalah bolu pisang besar, lalu bagaimana lagi dengan bolu pisang kecilnya? Sudah kebayang deh gimana ukurannya.

Jika saya boleh menilai, untuk bolu seukuran itu dengan harga Rp 48.000 terbilang cukup mahal, meskipun ini handmade namun perlu juga ada penyesuaian harga yang lebih pantas. Ingat disini pelanggan ingin membeli/menikmati bolu pisang coklat, bukan kemasan atau kotaknya. Karena yang ada sekarang ini, kemasan sangat banyak dan pastinya itu akan membutuhkan modal yang lebih besar. Nah, jika kotak-kotak kecil itu tidak digunakan, saya rasa harga MonBan bisa sedikit diturunkan.

Terakhir, dari segi rasa bolu pisang MonBan menurut saya standart saja, tidak ada yang spesial. Bolunya sendiri juga tidak cukup lembut. Namun karena coklatnya yang manis bisa sedikit menyamarkan tekstur dari bolu pisang itu.

Demikian ulasan saya mengenai bolu pisang berlapis coklat (Monban) ini. Kesimpulannya, dari awal order hingga saya mencicipi bolu ini, jujur saya tidak puas. Mulai dari keterlambatan pengiriman, kondisi bolu yang hancur, ukuran bolu yang terlalu kecil, dan juga rasanya semuanya mengecewakan (menurut saya). Nah, semoga pengalaman saya ini tidak terjadi kepada anda dan semoga pihak MonBan memperbaiki produk dan pelayanannya.

  1. author

    iKurniawan4 years ago

    Kayaknya enak. tapi harga sama lokasi syukurnya mencegah saya jajan mahal ini
    😀

    Reply
  2. author

    fauzie5 years ago

    Sayang sekali tu, harusnya mereka tahu bagaimana mengemas produk mereka dengan baik agar saat diterima customer masih dalam keadaan yang baik
    Btw, Monban ini dari gambarnya saja memang terlihat lezat dan menggiurkan 🙂

    Reply

Leave a reply "Review Monkey Banana (MonBan)"